rainbowoflife22

Just another WordPress.com site

Renstra GMIT Jemaat Silo 2012-2015

pada September 8, 2012

Bab I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Secara teologis berdasarkan kesaksian Alkitab, Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang merencanakan dan melaksanakan misi Allah untuk menyelamatkan manusia, dunia, dan segenap isinya. Gereja Tuhan menjadi penyelenggara misi Allah (Missio Dei) berdasarkan panggilan dan pengutusan oleh Allah. Gereja dipanggil dan diutus untuk mewujudkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, Gereja harus terlibat dan bersedia menjadi alat Allah dan berperan aktif dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah yaitu terwujudnya suasana kasih, suka cita, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan Allah tersebut.
Untuk mewujudkan misi tersebut, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mewujudkannya dalam Panca Pelayanan atau 5 (lima) Tugas Pokok, yakni: Persekutuan (Koinonia), Pelayanan (Diakonia), Kesaksian (Marturia), Ibadah (Liturgia), Penatalayanan (Oikonomia). Dalam mewujudkan dan mengaktualisasikan panca tugas ini, setiap gereja atau jemaat Tuhan dimana pun berada yang tergabung dalam Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), perlu menyusun rencana program dan kegiatan pelayanannya. Untuk itulah Majelis Jemaat Gereja Silo Naikoten I Kupang terpanggil untuk menyusun dan mewujudkan rencana programnya, khususnya untuk masa pelayanan selama empat tahun ke depan yakni 2012-2015. Rencana pealayanan empat tahun ke depan ini, agar lebih konkrit, terfokous, dan terukur dituangkan dalam bentuk “Rencana Strategis Pelayanan GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang 2012-2015.”

2. DASAR PENYUSUNAN RENSTRA.

  • Rencana Induk Pelayanan Majelis Sinode GMIT 2011 – 2030
  •  Haluan Kebiijakan Umum Pelayanan GMIT 2011 – 2015
  • Surat Keputusan Majelis Jemaat GMIT Silo Naikoten I Kupang Nomor 4/SK/MJ-GMIT/2012 Tanggal 25 Februari 2012. Tentang Program Pelayanan dan Anggaran Pendapatan Belanja Jemaat GMIT Silo Naikoten I Kupang Tahun Pelayanan 2012.

3. TUJUAN PENYUSUNAN RENSTRA

  • Menjadi landasan konseptual yang menghubungkan visi dan misi GMIT sebagai organisasi induk gereja yang bersifat ideal, teologis, filosofis, dengan praktik pelayanan yang bersifat operasional, konkret, dan empirik di GMIT Jemaat Silo.
  • Mengidentifikasi masalah pelayanan di GMIT Silo Naikoten I secara konkret.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelayanan dan pengembangan jemaat secara terukur.
  • Menjadi pedoman dalam menyusun, melaksanakan, dan mengarahkan rencana kegiatan pelayanan GMIT Jemaat Silo pada semua lingkup pelayanan dalam kurun waktu pelayanan 2012-2015.
  • Menjadi alat evaluasi pengembangan pelayanan.

4. DEFENISI OPERASIONAL.
Dalam Rencana Strategi Pelayanan Jemaat Gereja Silo Naikoten I Kupang 2012-2015, secara berturut-turut dirumuskan visi, misi, strategi, dan program-program pokok. Setiap program pokok mencakup tujuan, kegiatan, indikator, sasaran, dan pelaksana kegiatan. Untuk memperoleh kesamaan pandangan dan pemahaman yang sama terhadap terminologi ini, perlu dibatasi pengertian atau definisi operasional, seperti dibawah ini:

  1. Visi adalah harapan, impian, dan cita-cita yang akan dicapai oleh GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang untuk periode tahun pelayanan 2012-2015, Visi GMIT Jemaat Silo Naikoten I berpedoman pada Visi Majelis Sinode GMIT yang tertuang dalam Rencana Induk Pelayanan (RIP) dan Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (KUP).
  2. Misi adalah apa yang akan dilakukan (what to do) oleh GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang untuk periode tahun pelayanan 2012-2015, Misi GMIT Jemaat Silo Naikoten I berpedoman pada Visi Majelis Sinode GMIT yang tertuang dalam Rencana Induk Pelayanan (RIP) dan Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (KUP).
  3. Analisis strategi yang dipakai adalah Analisa Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Analisis ini merupakan suatu metoda untuk menggali aspek-aspek kondisi yang terdapat di suatu wilayah yang direncanakan maupun untuk menguraikan berbagai potensi dan tantangan yang akan dihadapi dalam pengembangan wilayah tersebut.
  4. Strategi adalah dengan cara bagaimana (how to do) GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang dalam periode 2012-2015 untuk mewujudkan visi dan misi tersebut.
  5. Prinsip penyusunan Program yang digunakan dalam dalam perumusan program ini adalah “Mewujudkan pelayanan yang SMART (cerdas, pintar, bijak)” yaitu : Specific (terarah, terperinci dengan jelas), Measurable (dapat diukur, waktu dan dana), Attainable (dapat dicapai, tujuan itu dapat dicapai), Realistic ( realistis, nyata, factual, tidak mengada-ada), dan Tangible (dapat diraba dan dirasakan).
  6. Bagan Proses Penyusunan RENSTRA GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang

Bab II
VISI DAN MISI

1. VISI TAHUN PELAYANAN 2012 – 2015
Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Silo Naikoten I telah memasuki usia tahun emas pelayanan yaitu 50 tahun, Dalam mencapai usia yang ke 50 tahun, GMIT Jemaat Silo Naikoten I sedang menjalani masa 4 tahun langkah panjang mem-positioning-kan dirinya untuk menjadi Jemaat yang Misioner sesuai dengan Visi Pelayanan GMIT. Mem-‘positioning’-kan berarti berupaya untuk dapat mencapai suatu ‘position’ yang dicanangkan atau dicita-citakan. Untuk itu Gereja Silo Naikoten I sedang dan akan melakukan segala upaya gerejawi untuk kelak dikemudian hari dapat diakui sebagai Jemaat yang Misioner. Hal tersebut tidaklah mudah, apalagi ditengah-tengah masyarakat pluralistik yang terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama.
Jemaat Misioner, jemaat yang menjalankan tugas panggilan dan pengutusan, bukan saja dalam arti terbatas melaksanakan Amanat Agung (Matius 28:19-20), tetapi menjalankan seluruh aspek kehidupannya dengan berpedoman pada ajaran Kristus Raja Gereja yang terdapat dalam Kitab Suci Kristen Perjanjian Baru. Meminjam pernyataan Conrad Love : ”Sementara gereja bertumbuh, pelayanan yang diwariskan gembala harus berkurang dan pelayanan yang diwariskan jemaat harus bertambah”
Dalam menjalankan tugas panggilan dan pengutusan tersebut, tidak dapat dipisahkan dengan konteks dan dinamika perkembangan masyarakat Kota Kupang, baik dari aspek sosial budaya, ekonomi, hukum, politik dan terutama aspek spiritualnya
Dalam proses memposisikan dan akhirnya mencapai posisi sebagai Jemaat yang Misioner sesuai Visi GMIT yang tertuang dalam Rencana Induk Pelayanan (RIP) 2011 – 2030 dan Kebijakan Umum Pelayanan (KUP) 2011 – 2015, maka Visi GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang tahun 2012 – 2015 adalah Demi terwujudnya Gereja yang Misioner sebagai berikut:

  •  GMIT Jemaat Silo Naikoten I memahami diri sebagai Keluarga Allah yang terikat oleh Kasih Kristus dan bersama-sama ikut serta dalam karya penyelamatan Allah bagi dunia.
  • GMIT Jemaat Silo Naikoten I memahami diri sebagai umat keluaran yang diutus kedalam untuk membawa shalom Allah. Gereja Silo sebagai Anggota GMIT berfungsi sebagai surat Kristus yang hidup guna membawa kabar baik bagi dunia sesuai teladan Kristus, Diakonos Agung.
  • GMIT Jemaat Silo Naikoten I yang jemaat-jemaatnya saling membina, membangun dan bertumbuh menuju kedewasaan penuh sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efesus 3 : 13).

2. MISI TAHUN 2012 – 2015
Dalam rangka mendukung Visi GMIT sebagai Visi Gereja Silo Naikoten I tersebut diatas, Maka dalam menetapkan Misi jemaat tahun 2012 – 2015, juga perhatikan rumusan Misi GMIT yang termuat dalam Rencana Induk Pelayanan ( RIP ) dan Kebijakan Umum Pelayanan ( KUP ) dan akan disesuaikan dengan kondisi real yang ada di Jemaat Silo Naikoten I Kupang.
Maka Misi Empat tahunan GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang yang dijabarkan dengan memperhatikan Panca Pelayanan GMIT dalam Persekutuan (Koinonia), Kesaksian (Marturia), Pelayanan (Diakonia), Ibadah (Liturgia) dan Penatalayanan (Oikonomia). sebagai berikut:
a. Persekutuan (Koinonia):
GMIT Jemaat Silo Naikoten I terpanggil untuk membangun persekutuan sebagai bagian dari Gereja yang esa, kudus dan am serta rasuli yang dikiaskan sebagai tubuh Kristus. Persekutuan itu nampak dalam persekutuan jemaat, antara jemaat dan sesama dalam masyarakat, yang mencerminkan kasih Kristus.

b. Kesaksian (Marturia):
GMIT Jemaat Silo Naikoten terpanggil untuk mewujud nyatakan shalom Allah sebagai berita kesukaan yang utuh dan menyeluruh untuk segala makhluk dalam keutuhan ciptaan.

c. Pelayanan (Diakonia):
GMIT Jemaat Silo Naikoten I terpanggil untuk mewujud nyatakan Kasih Allah kepada manusia secara utuh dan menyeluruh.

d. Ibadah (Liturgia)
GMIT Jemaat Silo Naikoten I terpanggil melaksanakan “Ibadah sejati” dalam seluruh kehidupan untuk memuliakan Allah.

e. Penatalayanan (Oikonomia)
GMIT Jemaat Silo Naikoten I terpanggil untuk melaksanakan tugas memelihara dan mengelola dunia ciptaan Allah dengan bijaksana dan adil serta bertanggungjawab kepada Allah. Dalam tugas mengelola semua ciptaan sebagai rumah tangga Allah, Gereja membutuhkan sistem kelembagaan yang handal dalam rangka optimalisasi pelayanannya bagi kemuliaan Allah.

Bab III
LINGKUNGAN STRATEGIS

Berdasarkan Visi dan Misi tersebut diatas maka identifikasi program-program pelayanan strategis bagi pertumbuhan Gereja Silo Naikoten I dan pelayanannya didasarkan atas 2 persepsi yaitu Majelis Harian Jemaat dan Jemaat Silo Naikoten I. Kedua persepsi tersebut dapat dijadikan Input bagi analisis SWOT sehingga dapat terungkap program-program strategis dan selanjutnya dapat digunakan untuk menyusun strategi pelayanan dalam suatu proses sinthesis. Output yang diharapkan dari proses ini adalah tersusunya Strategi Pelayanan Jemaat Silo Naikoten I.

Berdasarkan hasil Identifikasi Faktor-Faktor Lingkungan di sekitar Gereja Silo Naikten I Kupang termasuk 8 Rayon pelayanan, maka diperoleh hasil Analisa Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) sebagai berikut

1.      Strenght / Kekuatan.

Faktor daya positif dalam internal gereja yang dapat menggerakan kegiatan pelayanan, dan juga memberi dorongan kepada pertumbuhan pelayanan lebih cepat / pesat dibandingkan dengan gereja lain yaitu :

  • Jumlah Anggota Jemaat yang banyak ( 2.948 orang )
  • Jumlah Pendeta sebanyak 3 (tiga) orang dan jumlah Penatua / Diaken sebanyak 113 orang.
  • Jumlah personalia yang bekerja di Gereja Silo Naikoten I sebanyak 23 orang.
  • Aset GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang sangat cukup.
  • Luasnya wilayah pelayanan yang terbagi atas 8 Rayon pelayanan terdiri dari 676 KK.
  • Fasilitas perlengkapan dan peralatan penunjang pelaksanaan Peribadatan yang lengkap.
  • Memiliki lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak.
  • Tingginya kesadaran Anggota Jemaat dan Simpatisan dalam memberikan Persembahan Kolekte, Perpuluhan dan Natsar.

2.      Weakness / Kelemahan.

Faktor daya negatif dalam internal gereja yang menghambat kegiatan pelayanan dan pertumbuhan gereja yaitu :

  • Lemahnya disiplin gerejani.
  • Sistem Manajemen Pelayanan yang tidak optimal.
  • Data Base Jemaat yang tidak Up to date.
  • Pelaksanaan program kegiatan belum terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik.
  • Tingkat kehadiran Jemaat dalam kegiatan Ibadah minggu maupun partisipasi jemaat pada kegiatan non ibadah di gereja sedang-sedang saja.
  • Tingkat partisipasi Penatua / Diaken dalam kegiatan non ibadah di gereja sangat rendah, sedangkan tingkat kehadiran pada Ibadah minggu sedang-sedang saja.
  • Peraturan Pelaksanaan (SOP) Majelis Jemaat Gereja Silo Naikoten I belum ada.
  • Kegiatan pastoral dari para pendeta ke rumah jemaat tidak terlaksana.
  • Sosialisasi Hasil Keputusan Gereja kepada Jemaat-Jemaat tidak dilaksanakan.
  • Pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan tugas dan fungsi dari para Penatua dan Diaken dalam menunjang kualitas pelayanan tidak terprogram untuk dilaksanakan.
  • Masih banyaknya kaum marginal dalam jemaat Silo yang belum terdata dan dilayani.

3.      Opportunity / Kesempatan.

Faktor makro, diluar kendali, yang dapat meningkatkan kegiatan pelayanan gereja yaitu :

  • GMIT adalah suatu organisasi Sinode yang memiliki landasan operasional yang tertuang dalam RIP dan KUP.
  • Gereja masih mempunyai pengaruh peranan penting dalam tatanan kehidupan masyarakat kota dan Pemerintahan Kota Kupang
  • Banyaknya Lembaga-Lembaga Sosial Kristen dari luar negeri maupun dalam negeri yang dapat mendukung pelayanan gereja.
  • Mayoritas penduduk di Kota Kupang adalah warga jemaat GMIT
  • Kondisi perkonomian yang stabil
  • Perkembangan Teknologi Informatika yang makin canggih.
  • Pekabaran injil adalah trend terbaik dalam pelayanan firman Tuhan saat ini

4.      Threat / Ancaman.

Faktor makro, diluar kendali, yang dapat menghambat kegiatan pelayanan gereja yaitu:

  • Gereja-Gereja baru yang lebih menarik seperti GJSA dan GBI.
  • Akibat tuntutan ekonomi maka adanya warga jemaat yang pindah ke gereja di luar GMIT yang memberikan jaminan sosial kepada mereka.
  • Budaya Hedonis dan Konsumtif akibat dari pergeseran nilai dan budaya sebagai dampak dari moderisasi, globalisasi, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
  • Adanya persaingan antar gereja di luar GMIT dalam mencari jemaat dengan cara mengambil dari warga jemaat GMIT
  • Pemuda dan Kaum Bapak GMIT Silo Naikoten I cenderung pasif dalam pelayanan

Bab IV

S T R A T E G I

 Mencermati identifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses) yang dimiliki GMIT Jemaat Silo Naikoten I serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dihadapi dalam pengembangan GMIT Jemaat Silo, maka perlu diupayakan rumusan strategi pengembangan GMIT Jemaat Silo, melalui :

  1. Mengembangkan kekuatan (strengths) dan mengoptimalkan peluang (opportunities)
  2. Mengembangkan kekuatan (strengths) untuk mengatasi ancaman (threats)
  3. Meminimalkan kelemahan (weaknesses) untuk memanfaatkan peluang (opportunities)
  4. Meminimalkan kelemahan (weaknesses) untuk menghindari ancaman (threats).

Strategi Pengembangan GMIT Jemaat Silo Naikoten I sebagai berikut :

 PERSEKUTUAN / KOINONIA

GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang, membangun Persekutuan yang nampak dalam persekutuan jemaat, antara jemaat dan sesama dalam masyarakat, yang mencerminkan kasih Kristus. Untuk mewujudkan Misi tersebut strategi yang digunakan dalam bentuk :

  1. Penegakan disiplin Gerejani dalam pelayanan.
  2. Meningkatkan spiritualitas jemaat dengan mendalami firman Tuhan dan kehidupan doa dan persekutuan.
  3. Memperkuat Persekutuan Jemaat di Rayon Pelayanan dan Basis Pengembangan Jemaat.
  4. Membangun dan mengembangkan Dialog dengan Jemaat.
  5. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, perlu diselengarakan program penguatan kapasitas (capacity building) bagi setiap pelayan gereja (Pendeta, Penatua/Diaken, BP3J, Pegawai kantor gereja).
  6. Melakukan hubungan kemitraan dengan Gereja-gereja tetangga, Pemerintah dan Lembaga-lembaga Sosial di bidang agama Kristen.

 KESAKSIAN / MARTURIA

Gereja mewujud nyatakan shyalom Allah sebagai berita kesukaan yang utuh dan menyeluruh untuk segala makhluk dalam keutuhan ciptaan. Untuk mewujudkan misi tersebut, maka strategi yang diemban adalah :

  1. Meningkatkan Pekabaran Injil dan membangun kerjasama dengan Gereja setempat atau lembaga Pekabaran Injil yang lain.
  2. Mendorong  anggota jemaat untuk menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam melaksanakan  tugas, pekerjaan, dan pelayanannya serta dalam hidup bermasyarakat.
  3. Pengembangan etos kerja Kristen bagi Majelis Jemaat dan Anggota Jemaat.

Perumusan etos kerja kristiani dengan fokus kepada nilai-nilai kekristenan sebagai  murid, saksi, dan hamba Kristus di lingkungan kerja dan bermasyarakat setiap anggota Jemaat. Untuk mewujudkan etos kerja kristiani tersebut, perlu dilakukan melalui  berbagai program pembinaan jemaat dan majelis jemaat.

 PELAYANAN / DIAKONIA

Gereja mewujud nyatakan Kasih Allah kepada manusia secara utuh dan menyeluruh dengan strategi :

  1. Gereja melakukan pengembangan pelayanan diakonia di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial bagi kaum marginal
  2. Meningkatkan kepedulian  terhadap kaum  marginal terutama anggota jemaat, dalam  rangka membangun kemandirian.
  3. Pelayanan kasih (diakonia) yang dilakukan oleh GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kupang perlu dikembangkan pada bentuk-bentuk pengembangan ketrampilan hidup (life skill).

 IBADAH / LITURGIA

Gereja melaksanakan “Ibadah sejati” dalam seluruh kehidupan untuk memuliakan Allah dengan Strategi :

  1. Mewujudkan kebaktian Minggu yang hidup dan berkenan di hadapan Allah, dengan pemberitaan Firman Allah dalam suasana yang dinamis dan membaharui, serta kontekstual dalam kehidupan jemaat dan masyarakat yang sesuai dengan ajaran GMIT.
  2. Meningkatkan spiritualitas jemaat dengan mendalami firman Tuhan dan kehidupan doa dan persekutuan melalui Ibadah rumah tangga.
  3. Memelihara kualitas Ibadah Sakramen, Ibadah Hari raya Kristiani, Ibadah bulan keluarga, Ibadah Hut Lembaga, Ibadah Peneguhan / Pemberkatan dan Ibadah lainnya sesuai dengan tradisi GMIT yang mempunyai ciri khidmat, yang mempertemukan jemaat dalam persekutuan dengan Tuhan.
  4. Mingkatkan kualitas Pembinaan Iman pada Katekasasi dan Pelayanan Anak dan Remaja yang berkarakter (Carakter building).

 PENATALAYANAN / OIKONOMA

Gereja melaksanakan tugas memelihara dan mengelola dunia ciptaan Allah dengan bijaksana dan adil serta bertanggungjawab kepada Allah. Dalam tugas mengelola semua ciptaan sebagai rumah tangga Allah, Gereja membutuhkan sistem kelembagaan yang handal dalam rangka optimalisasi pelayanannya bagi kemuliaan Allah, Dalam merespon hal tersebut, maka diperlukan Strategi dalam peningkatan sistem manajemen dan sumber daya pelayanan, yang mencakup :

  1. Gedung gereja: Membangun dan merenovasi gedung gereja dan prasarana pendukung lainnya.
  2. Sistem manajemen pelayanan: mengembangkan sistem manajemen pelayanan dengan prinsip optimalisasi pelayanan, serta pengembangan dan pemberlakuan standar prosedur kerja (SOP) di masing-masing unit pelayanan.
  3. Sumber daya manusia: perlu penataan dan pendayagunaan sumber daya Jemaat, termasuk Pendeta, Penatua, BP3J, karyawan Gereja, dan warga jemaat yang berpotensi.
  4. Sumber daya keuangan : meningkatkan pengelolaan sumber daya keuangan, termasuk di dalamnya persembahan dari Jemaat dan simpatisan.
  5. Peningkatan kualitas pendidikan Kristen Taman Kanak-kanak GMIT Jemaat Silo Naikoten I.

Menggunakan Perkembangan teknologi informasi untuk penyebarluasan Sisitem Informasi Manajemen Pelayanan Jemaat

 

Bab  V
POKOK – POKOK PROGRAM PELAYANAN

Pokok – Pokok Program pelayanan dijabarkan dari masing-masing kebijakan strategis dan dimaksudkan sebagai Program Utama yang berfungsi sebagai pemberi arah dan isi terhadap rencana program tahunan dari 5 (lima) Tugas Pokok Pelayanan yang akan dilaksanakan setiap tahun. Mengingat sifatnya sebagai Program Utama, maka subtansi program ini bersifat agak luas dan paling kurang mencakup rentang waktu 4 (empat) tahun sebagaimana time frame untuk rencana strategis ini.
Penjabaran lebih lanjut pokok-pokok program pelayanan yang dimaksud berdasarkan masing-masing kebijakan strategis sebagai berikut :

1. PERSEKUTUAN / KOINONIA
1.1. Program Peningkatan Disiplin Majelis Jemaat serta Jemaat.
1.2. Program Pembinaan dan Peningkatan Pemahaman Alkitab.
1.3. Program Penguatan Persektuan Wilayah.
1.4. Program Membangun dan Mengembangkan Dialog dengan Jemaat
1.5. Program Peningkatan Peranan Penatua dan Diaken.
1.6. Program Klasis / Sinodal / Undangan

2. KESAKSIAN / MARTURIA
2.1. Program Pengembangan Pola Pekabaran Injil.
2.2. Program Seminar dan Loka Karya.
2.3. Program Perayaan Hari-Hari Raya Gerejawi
2.4. Program Perayaan Hari Ulang Tahun Lembaga
2.5. Program Pembinaan Katekisasi.
2.6. Program Peningkatan Fungsi dan Efektifitas Pelayanan Kategorial Gereja.

3. IBADAH / LITURGIA
3.1. Program Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Ibadah.
3.2. Program Penataan Manajemen Ibadah.

4. PELAYANAN / DIAKONIA
4.1. Program Peningkatan Diakonia Pendidikan dan Kesehatan.
4.2. Program Pemberdayaan Jemaat dan Masyarakat
4.3. Program Kegiatan Sosial dan Bantuan Bencana
4.4. Program Pelayanan secara Holistik

5. PENATALAYANAN / OIKONOMIA
5.1. Program Pengembangan Manajemen Organisasi Gereja yang Efisien, Efektif, dan Tepat guna.
5.2. Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Kristen dan Pengembangan Operasional TKK Silo
5.3. Program Pengembagan dan Peningkatan Kreatifitas dalam Menunjang Pelayanan.
5.4. Program Pembangunan Fisik Gereja.
5.5. Program Pemeliharaan dan Perawatan Gedung.
5.6. Program Pemeliharaan dan Perawatan Inventaris.
5.7. Program Penyusunan Data Base Jemaat yang Aktual dan Akurat
5.8. Program Pengadaan Sarana dan Prasarana Pelayanan


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: